<< ----- Selamat Datang ----- Blog KKG MI KEcamatan widodaREN ----- KEREN ----- K reatif ----- E dukatif ----- RE presentatif ----- N ormatif ----- >>

Halaman

Jumat, 28 Agustus 2020

PENDIDIKAN DI MASA PANDEMI

 

PENDIDIKAN DI MASA PANDEMI

Darmanto

MI Islamiyah Muhammadiyah Walikukun

dharmanto37@gmail.com

Pandemi merupakan musibah yang sangat memilukan, karena musibah ini seluruh segmen kehidupan manusia terganggu, dan bahkan hampir berhenti. Sehingga banyak negara di dunia yang memutuskan untuk menghentikan sementara aktifitas warga agar dapat memutus rantai penyebaran virus tersebut.

Berdasarkan update perkembangan Covid-19 dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia pertanggal 28 Agustus 2020 pukul 12.00, jumlah kasus yang terkonfirmasi positif sebanyak 165.887 kasus, sembuh sebanyak 120.900 kasus, dan meninggal sebanyak 7.169 kasus (kemkes.go.id).

Dari kasus di atas maka tidak heran jika pemerintah memberikan batasan aktifitas masyarakat terutama aktifitas pendidikan. Hal ini dikarenakan agar tidak muncul kasus baru dari dunia pendidikan. Sehingga para penggiat pendidikan khususnya lembaga pendidikan format dituntut mampu melaksanakan proses pendidikan dengan tidak mengumpulkan banyak orang.

Dalam masa pandemi ini, terdapat dua dampak yang terjadi terhadap keberlangsungan pendidikan di Indonesia. Pertama dampak jangka pendek, yang dirasakan oleh banyak keluarga Indonesia karena masih banyak yang belum familiar dengan sekolah di rumah, problem psikologis siswa yang terbiasa bertatap muka dengan guru dalam proses pembelajaran, serta infrastruktur yang belum memadai untuk melakukan pembelajaran jarak jauh. Kedua adalah dampak jangka panjang. Dampak pendidikan dari sisi jangka panjang adalah aspek keadilan dan peningkatan ketidaksetaraan antar kelompok masyarakat dan antardaerah di Indonesia (Aji, 2020:396).

Dalam surat edaran Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 4 Tahun 2020 tanggal 24 Maret 2020 tentang Pelaksanaan Kebijakan Pendidikan dalam Masa Darurat Penyebaran Covid, dalam surat tersebut menjelaskan bahwa proses belajar mengajar dilaksanakan di rumah melalui pembelajaran daring atau jarak jauh. Pada pembelajaran ini lebih difokuskan pada pendidikan kecakapan hidup antara lain mengenai pandemi covid-19. Dengan pembelajaran daring sebenarnya siswa memiliki keleluasaan waktu dalam belajar, siswa dapat belajar kapanpun dan dimanapun. Dalam sistem pembelajaran ini dapat digunakan beberapa aplikasi seperti classroom, zoom, youtube maupun whatsapp group, dan sistem pembelajaran menjadi salah satu inovasi pendidikan dalam menjawab tantangan akan ketersediaan sumber belajar yang variatif (Dewi, 2020:56).

Dalam kondisi seperti ini, pendidikan keluarga menjadi strategi jitu dalam memberikan hak anak berupa pendidikan. Karena keluarga menduduki tempat terpenting diantara lembaga-lembaga pendidikan yang ada, selain itu lembaga pendidikan apapun tidak akan mampu menggantikan posisi keluarga dalam pendidikan anak meskipun teknologi dan tatanan masyarakat yang berkembang pesat.

Imam Al Ghazali dalam buku Mendidik SQ Anak menurut Nabi Muhammad SAW mengatakan, “Anak merupakan titipan atau amanah untuk kedua orang tuanya. Hati  anak suci dan bersih dari segala bentuk ukiran dan gambar. Ia siap menerima setiap yang digoreskan dan cenderung kepada arahan orang tuanya.” (Kurniasih, 2010:77)

Dari pernyataan di atas dapat diambil kesimpulan bahwa keluarga merupakan unsur terpenting dalam pendidikan anak. Karena dalam keluargalah seorang anak tumbuh dan berkembang membentuk pribadinya masing-masing. Sehingga pada masa pandemi seperti ini, dapat dijadikan sebagai momen atau peristiwa dimana orang tua atau keluarga memberikan pendampingan secara langsung kepada anak dalam kegiatan pembelajaran yang sebelumnya diserahkan sepenuhnya kepada sekolah. Dan setiap peristiwa akan selalu terdapat dihikmah yang mengikutinya.

Pendidikan informal bersama keluarga harus dapat menghadirkan momentum menikmati hangatnya keluarga melalui aktifitas bersama, dan dalam proses pendampingan belajar orang dapat belajar melalui pencarian di google maupun youtube agar dapat menciptakan suasana belajar yang nyaman dan bahagia (Renti Oktaria, 2020:48).

Namun pada kenyataannya, banyak orang tua yang mengeluhkan pembelajaran jarak jauh, banyak orang tua kurang mampu mendampingi anaknya dalam belajar, dengan alasan keterbatasan pengetahuan dan waktu. Karena dalam proses pembelajaran jarak jauh, orang tua dituntut untuk dapat memahami psikologi anak saat belajar dan memahami gaya belajar anak, agar anak dapat belajar dengan nyaman. Sehingga tidak sedikit terjadi perselisihan antara anak dengan orang tua.

Berdasarkan hasil wawancara dengan beberapa wali murid MI Islamiyah Muhammadiyah Walikukun yang dilakukan tanggal 10 Agustus 2020 melalui whatsapp group diperoleh hasil bahwa orang tua merasa kurang siap dalam mendampingi anak belajar selama daring, karena dalam proses pembelajaran daring anak kurang maksimal dalam belajar selain itu, kebanyakan anak lebih patuh kepada gurunya, dan orang tua mengharapkan segera ada jalan keluar supaya pembelajaran jarak jauh tidak berlangsung lama.

Sebenarnya jika dikaji lebih mendalam mengenai pembelajaran jarak jauh, terdapat dampak positif dan dampak negatif dari proses tersebut. Dampak positif dari pembelajaran jarak jauh antara lain anak memiliki waktu lebih banyak bersama orang tua dalam belajar, dan orang tua menjadi lebih  memahami mengenai gaya belajar anak, dan lebih mengetahui materi yang dipelajari anak. Sedangkan dampak negatif dari pembelajaran jarak jauh adalah anak merasa jenuh karena tidak bisa bertemu dengan teman-teman sekolahnya, kehilangan jiwa sosialnya, sedangkan bagi orang tua adalah penambahan kuota internet untuk pembelajaran serta berkurangnya waktu untuk bekerja karena harus mendampingi anak belajar (Agus Purwanto, 2020:6).

Pendidikan pada masa pandemi menuntut pendidik untuk belajar menggunakan teknologi dalam proses pembelajaran. Banyak sekali aplikasi pembelajaran onlne yang ditawarkan untuk digunakan, sehingga pada saat ini penguasaan teknologi bagi pendidik bersifat wajib agar dapat menciptakan proses pembelajaran yang menyenangkan meskipun pembelajaran jarak jauh. 

Menurut Hadi Kurniawan, Dosen Prodi Farmasi Fakultas Kedokteran Universitas Tanjungpura, teknologi diciptakan untuk melengkapi dan membantu manusia dalam mengerjakan tugas dan tanggung jawabnya. Namun teknologi tidak dapat mengantikan peran pendidik dalam proses pembelajaran dan pendidikan (https://www.untan.ac.id/peran-pendidik-transformasi-adaptasi-dan-metamorfosis-dunia-pendidikan-di-masa-pandemi-covid-19/).

Kesimpulan dari uraian-uraian diatas adalah pendidikan pada masa pandemi ini dapat dijadikan sebagai bahan pembelajaran bagi setiap orang khususnya yang bergerak dalam bidang pendidikan, bahwa proses pembelajaran tidak dapat dihentikan. Meskipun masih banyak terdapat kekurangan dalam pelaksanaannya, namun dibalik kekurangan tersebut terdapat kelebihan yang bisa dijadikan sebagai pengetahuan baru bagi pelaku pendidikan. Pendidikan di masa pandemi secara tidak langsung dapat menumbuhkan kreatifitas seluruh pelaku pendidikan dalam melaksanakan pembelajaran.

Referensi

Agus Purwanto, d. (2020). Studi Eksploratif dalam Pandemi Covid-19 terhadap Proses Pembelajaran Online di Sekolah Dasar. Edupsicouns Journal, 1-12.

Aji, R. H. (2020). Dampak Covid-19 pada Pendidikan di Indonesia: Sekolah, Keterampilan, dan Proses Pembelajaran. Salam, 395-402.

Dewi, W. A. (2020). Dampak Covid-19 terhadap Implementasi Pembelajaran Daring di Sekolah Dasar. Edukatif, 55-61.

https://www.untan.ac.id/peran-pendidik-transformasi-adaptasi-dan-metamorfosis-dunia-pendidikan-di-masa-pandemi-covid-19/

Kurniasih, I. (2010). Mendidik SQ Anak menurut Nabi Muhammad SAW. Yogyakarta: Pustaka Marwa.

Renti Oktaria, P. P. (2020). Pendidikan Anak dalam Keluarga sebagai Strategi Pendidikan Anak Usia Dini saat Pandemi Covid-19. Jurnal Iliah Pesona Paud, 41-51.

www.kemkes.go.id

 

 

Share:

4 komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.

Kumpulan Soal Penilaian Akhir Semester Ganjil

Bapak/Ibu berikut kami sampaikan kumpulan soal Penilaian Akhir Semester (PAS) Ganjil tingkat Madrasah Ibtidaiyah (MI) tahun 2020, bisa downl...