PENDIDIKAN DI MASA PANDEMI
Darmanto
MI Islamiyah Muhammadiyah Walikukun
Pandemi merupakan musibah
yang sangat memilukan, karena musibah ini seluruh segmen kehidupan manusia
terganggu, dan bahkan hampir berhenti. Sehingga banyak negara di dunia yang
memutuskan untuk menghentikan sementara aktifitas warga agar dapat memutus
rantai penyebaran virus tersebut.
Berdasarkan update perkembangan
Covid-19 dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia pertanggal 28 Agustus
2020 pukul 12.00, jumlah kasus yang terkonfirmasi positif sebanyak 165.887
kasus, sembuh sebanyak 120.900 kasus, dan meninggal sebanyak 7.169 kasus
(kemkes.go.id).
Dari kasus di atas maka
tidak heran jika pemerintah memberikan batasan aktifitas masyarakat terutama
aktifitas pendidikan. Hal ini dikarenakan agar tidak muncul kasus baru dari
dunia pendidikan. Sehingga para penggiat pendidikan khususnya lembaga
pendidikan format dituntut mampu melaksanakan proses pendidikan dengan tidak
mengumpulkan banyak orang.
Dalam masa pandemi ini,
terdapat dua dampak yang terjadi terhadap keberlangsungan pendidikan di
Indonesia. Pertama dampak jangka pendek, yang dirasakan oleh banyak keluarga
Indonesia karena masih banyak yang belum familiar dengan sekolah di rumah,
problem psikologis siswa yang terbiasa bertatap muka dengan guru dalam proses
pembelajaran, serta infrastruktur yang belum memadai untuk melakukan
pembelajaran jarak jauh. Kedua adalah dampak jangka panjang. Dampak pendidikan
dari sisi jangka panjang adalah aspek keadilan dan peningkatan ketidaksetaraan
antar kelompok masyarakat dan antardaerah di Indonesia (Aji, 2020:396).
Dalam surat edaran
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 4 Tahun 2020 tanggal
24 Maret 2020 tentang Pelaksanaan Kebijakan Pendidikan dalam Masa Darurat
Penyebaran Covid, dalam surat tersebut menjelaskan bahwa proses belajar
mengajar dilaksanakan di rumah melalui pembelajaran daring atau jarak jauh.
Pada pembelajaran ini lebih difokuskan pada pendidikan kecakapan hidup antara
lain mengenai pandemi covid-19. Dengan pembelajaran daring sebenarnya siswa
memiliki keleluasaan waktu dalam belajar, siswa dapat belajar kapanpun dan
dimanapun. Dalam sistem pembelajaran ini dapat digunakan beberapa aplikasi
seperti classroom, zoom, youtube maupun whatsapp group, dan sistem pembelajaran
menjadi salah satu inovasi pendidikan dalam menjawab tantangan akan
ketersediaan sumber belajar yang variatif (Dewi,
2020:56).
Dalam kondisi seperti
ini, pendidikan keluarga menjadi strategi jitu dalam memberikan hak anak berupa
pendidikan. Karena keluarga menduduki tempat terpenting diantara
lembaga-lembaga pendidikan yang ada, selain itu lembaga pendidikan apapun tidak
akan mampu menggantikan posisi keluarga dalam pendidikan anak meskipun
teknologi dan tatanan masyarakat yang berkembang pesat.
Imam Al Ghazali dalam
buku Mendidik SQ Anak menurut Nabi Muhammad SAW mengatakan, “Anak merupakan
titipan atau amanah untuk kedua orang tuanya. Hati anak suci dan bersih dari segala bentuk
ukiran dan gambar. Ia siap menerima setiap yang digoreskan dan cenderung kepada
arahan orang tuanya.” (Kurniasih, 2010:77)
Dari pernyataan di atas
dapat diambil kesimpulan bahwa keluarga merupakan unsur terpenting dalam
pendidikan anak. Karena dalam keluargalah seorang anak tumbuh dan berkembang
membentuk pribadinya masing-masing. Sehingga pada masa pandemi seperti ini,
dapat dijadikan sebagai momen atau peristiwa dimana orang tua atau keluarga
memberikan pendampingan secara langsung kepada anak dalam kegiatan pembelajaran
yang sebelumnya diserahkan sepenuhnya kepada sekolah. Dan setiap peristiwa akan
selalu terdapat dihikmah yang mengikutinya.
Pendidikan informal
bersama keluarga harus dapat menghadirkan momentum menikmati hangatnya keluarga
melalui aktifitas bersama, dan dalam proses pendampingan belajar orang dapat
belajar melalui pencarian di google maupun youtube agar dapat menciptakan
suasana belajar yang nyaman dan bahagia (Renti
Oktaria, 2020:48).
Namun pada kenyataannya,
banyak orang tua yang mengeluhkan pembelajaran jarak jauh, banyak orang tua
kurang mampu mendampingi anaknya dalam belajar, dengan alasan keterbatasan
pengetahuan dan waktu. Karena dalam proses pembelajaran jarak jauh, orang tua
dituntut untuk dapat memahami psikologi anak saat belajar dan memahami gaya
belajar anak, agar anak dapat belajar dengan nyaman. Sehingga tidak sedikit
terjadi perselisihan antara anak dengan orang tua.
Berdasarkan hasil
wawancara dengan beberapa wali murid MI Islamiyah Muhammadiyah Walikukun yang
dilakukan tanggal 10 Agustus 2020 melalui whatsapp group diperoleh hasil bahwa orang
tua merasa kurang siap dalam mendampingi anak belajar selama daring, karena
dalam proses pembelajaran daring anak kurang maksimal dalam belajar selain itu,
kebanyakan anak lebih patuh kepada gurunya, dan orang tua mengharapkan segera
ada jalan keluar supaya pembelajaran jarak jauh tidak berlangsung lama.
Sebenarnya jika dikaji
lebih mendalam mengenai pembelajaran jarak jauh, terdapat dampak positif dan
dampak negatif dari proses tersebut. Dampak positif dari pembelajaran jarak
jauh antara lain anak memiliki waktu lebih banyak bersama orang tua dalam
belajar, dan orang tua menjadi lebih
memahami mengenai gaya belajar anak, dan lebih mengetahui materi yang
dipelajari anak. Sedangkan dampak negatif dari pembelajaran jarak jauh adalah anak
merasa jenuh karena tidak bisa bertemu dengan teman-teman sekolahnya,
kehilangan jiwa sosialnya, sedangkan bagi orang tua adalah penambahan kuota
internet untuk pembelajaran serta berkurangnya waktu untuk bekerja karena harus
mendampingi anak belajar (Agus Purwanto, 2020:6).
Pendidikan pada masa
pandemi menuntut pendidik untuk belajar menggunakan teknologi dalam proses
pembelajaran. Banyak sekali aplikasi pembelajaran onlne yang ditawarkan untuk
digunakan, sehingga pada saat ini penguasaan teknologi bagi pendidik bersifat
wajib agar dapat menciptakan proses pembelajaran yang menyenangkan meskipun
pembelajaran jarak jauh.
Menurut Hadi Kurniawan,
Dosen Prodi Farmasi Fakultas Kedokteran Universitas Tanjungpura, teknologi
diciptakan untuk melengkapi dan membantu manusia dalam mengerjakan tugas dan
tanggung jawabnya. Namun teknologi tidak dapat mengantikan peran pendidik dalam
proses pembelajaran dan pendidikan (https://www.untan.ac.id/peran-pendidik-transformasi-adaptasi-dan-metamorfosis-dunia-pendidikan-di-masa-pandemi-covid-19/).
Kesimpulan dari
uraian-uraian diatas adalah pendidikan pada masa pandemi ini dapat dijadikan
sebagai bahan pembelajaran bagi setiap orang khususnya yang bergerak dalam
bidang pendidikan, bahwa proses pembelajaran tidak dapat dihentikan. Meskipun
masih banyak terdapat kekurangan dalam pelaksanaannya, namun dibalik kekurangan
tersebut terdapat kelebihan yang bisa dijadikan sebagai pengetahuan baru bagi
pelaku pendidikan. Pendidikan di masa pandemi secara tidak langsung dapat
menumbuhkan kreatifitas seluruh pelaku pendidikan dalam melaksanakan
pembelajaran.
Referensi
Agus Purwanto, d. (2020).
Studi Eksploratif dalam Pandemi Covid-19 terhadap Proses Pembelajaran Online
di Sekolah Dasar. Edupsicouns Journal, 1-12.
Aji, R. H. (2020). Dampak
Covid-19 pada Pendidikan di Indonesia: Sekolah, Keterampilan, dan Proses
Pembelajaran. Salam, 395-402.
Dewi, W. A. (2020). Dampak
Covid-19 terhadap Implementasi Pembelajaran Daring di Sekolah Dasar. Edukatif,
55-61.
Kurniasih, I. (2010). Mendidik
SQ Anak menurut Nabi Muhammad SAW. Yogyakarta: Pustaka Marwa.
Renti Oktaria, P. P. (2020).
Pendidikan Anak dalam Keluarga sebagai Strategi Pendidikan Anak Usia Dini
saat Pandemi Covid-19. Jurnal Iliah Pesona Paud, 41-51.
www.kemkes.go.id


Mantabbbb !!!!
BalasHapusKereeeen,pak dar...
BalasHapusKereeeen,pak dar...
BalasHapusJoss...
BalasHapus