Profil MI Birul Walidain
Sejarah Berdirinya MI Birul Walidain.
Awal mula berdirinya MI Birul
Walidain Banyubiru tidak ubahnya seperti lembaga-lembaga pendidikan pada
umumnya. Meski bukan lembaga pendidikan yang dananya selalu disubsidi oleh
pemerintah, lambat laun sekolah ini menjadi pilihan favorit masyarakat Khususnya
di desa Banyubiru.
Adapun sejarah berdirinya Madrasah Ibtidaiyah (MI) Birrul Walidain yang
beralamat di Dusun Banyubiru RT. 03 RW. 03 Desa Banyubiru Kecamatan Widodaren
Kabupaten Ngawi ini adalah karena rasa keprihatinan dari masyarakat akan mental
spiritual dari generasi penerus bangsa atau masyarakat banyubiru yang menurun
dan akibat kurangnya pendidikan agama dan pengaruh perkembangan teknologi
utamanya di bidang IT.
Bukan hanya itu saja,keprihatinan masyarakat Banyubiru terhadap generasi
penerus yang mayoritas petani melihat dari sudut pandang sekitar bahwa pada
saat itu tidak ada anak-anak seusia sekolah berjalan ke arah barat yaitu di
Desa Banyubiru yang memakai seragam sekolah, kebanyakan mereka memakai pakaian
harian dan menuju ke ladang, pada saat itulah masyarakat Banyubiru mulai sadar
bahwa di Desa Banyubiru ini perlu pendidikan yang dapat membawa generasi
penerus yang dapat mengikuti perkembangan jaman tetapi tidak melupakan agamanya.
Dari gagasan tersebut kemudian mengadakan musyawarah antara masyarakat,
perangkat Desa Banyubiru, calon wali murid yang ada di sekitar, untuk
mengadakan pendidikan formal yang berada di bawah naungan Kantor Kementrian
Agama Kabupaten Ngawi yang nantinya akan mengajarkan 50% pendidikan umum dan
50% pendidikan agama yaitu Madrasah Ibtidaiyah (MI).
Adapun sejarah mengapa di namakan Madrasah Ibtidaiyah “BIRRUL WALIDAIN”
nama Birrul Walidain itu sendiri tidak jauh dari tempat diadakanya proses
belajar mengajar, pada saat itu ada salah satu masyarakat yaitu bapak Kerto
Sadiyo yang ingin mewaqafkan sebidang tanahnya
untuk sekolahan tersebut, setelah beliau bermusyawarah dengan keluarga
serta anak cucunya, akhirnya anak-anak beliau setuju dan mendukung dengan keputusan beliau yang
menginginkan sebidang tanahnya di waqafkan untuk tempat pembangunan sekolahan
tersebut untuk proses belajar mengajar (Bentuk
bakti kepada orang tua, Birrul Walidain:Red).
Letak
Geografis
MI Birul Walidain
Banyubiru merupakan Lembaga di bawah naungan Kementerian Agama yang beralamatkan di Desa Banyubiru
Kecamatan Widodaren Kabupaten Ngawi. Adapun lokasi MI Birul Walidain Banyubiru
terletak pada geografis yang sangat cocok untuk Proses Kegiatan Belajar Mengajar yang
terletak di tengah pemukiman penduduk yang jauh dari keramaian, sehingga
menjadikan siswa nyaman dalam mengikuti Pembelajaran di kelas. MI ini dibangun dengan
pertimbangan tata letak bangunan yang memberikan kenyamanan untuk belajar. Hal
ini dapat di lihat dari tata letak ruang belajar yang agak jauh dari jalan raya
sehingga kebisingan dari kendaraan bermotor dan kendaraan umum yang melintasi
jalan raya dapat diminimalisir dan siswa tetap belajar dengan nyaman.
Visi Madrasah
“Kompetisi dalam prestasi, Jaya dalam Budaya, dan Istiqomah
dalam Ibadah”
Misi Madrasah
Menyelenggarak pendidikan yang berorientasi pada
mutu lulusan, sehingga mampu menyiapkan
Sumber Daya Manusia yang berakhlak mulia dan unggul dalam bidang Ilmu
Pengetahuan dan Teknologi yang didasari Iman dan Taqwa.
Tujuan Madrasah
1. Mengembangkan Budaya
Sekolah yang Religius dengan menjunjung nilai Keimanan dan Ketaqwaan yang mampu
mengikuti dinamika dunia pendidikan modern.
2. Menanamkan motivasi
dan semangat juang dalam belajar secara sungguh-sungguh.
3. Menghasilkan generasi
cerdas dan mandiri dalam melaksanakan ibadah serta kegiatan belajar.
4. Memelihara dan
memanfaatkan lingkungan dengan baik guna mendukung proses pembelajaran.
5. Menjadikan Lembaga Pendidikan
yang mampu mengggali keberagaman potensi anak didik yang sudah Allah SWT
Ciptakan dengan amanat sempurna.
6. Menyelenggarakan
kegiatan sosial yang menjadikan bagian dari pendidikan karakter bangsa.
7. Menjalin kerjasama
dengan lembaga lain dan masyarakat dalam merealisasikan program sekolah.


0 komentar:
Posting Komentar