Bapak/Ibu berikut kami sampaikan kumpulan soal Penilaian Akhir Semester (PAS) Ganjil tingkat Madrasah Ibtidaiyah (MI) tahun 2020, bisa download link di bawah ini :
Senin, 23 November 2020
Selasa, 27 Oktober 2020
PUISI SUMPAH PEMUDA
SUMPAH PEMUDA
Oleh : Aufa Putri Ainiyah
(Siswa MI Ar-Rahman Widodaren)
Menjadikan kita satu
Satu tumpah darah
Satu bangsa
Satu bahasa
Memberikan kita rasa
Rasa cinta
Rasa suka cita
Rasa bangga
Berkat sumpahmu
Kini garuda telah bangkit
Bangkit dari kematian yang suri
Perjuangannmu sungguh kemuliaan
Takkan dapat tergantikan
Terima kasih pemuda
Senin, 19 Oktober 2020
GERAKAN LITERASI SEKOLAH
GERAKAN LITERASI
SEKOLAH
Darmanto
MI Islamiyah
Muhammadiyah Walikukun
Secara
tradisional, literasi dipandang sebagai kemampuan membaca dan menulis. Orang
yang dapat dikatakan literat dalam hal ini ialah mereka yang mampu membaca dan
menulis atau bebas buta huruf (Yunus Abidin,
2017:1). Namun saat ini, literasi tidak lagi bermakna sebagai kegiatan
pemberantasan buta huruf, tetapi merupakan sebuah praktik sosial yang
melibatkan kegiatan bicara, menulis,
membaca, menyimak dalam proses memproduksi ide, dan mengkonstruksi makna
yang yang terjadi dalam konteks budaya yang spesifik. Menjadi literat bermakna
bahwa seseorang dapat menggunakan potensinya untuk berpartisipasi secara
optimal dalam komunitas atau pun lingkungan sosialnya (Dewayani, 2017:12).
Secara
bahasa, literasi memiliki makna melek huruf, sedangkan secara istilah literasi
adalah semua kemampuan yang diperlukan seseorang untuk mengambil bagian dalam
semua kegiatan atau aktifitas yang berkaitan dengan teks dan wacana (Rukmana, 2019:32). Literasi mencakup berbagai
jenis keterampilan seperti membaca, menulis, memproses informasi, ide, dan
pendapat, pengambilan keputusan dan pemecahan masalah. Selain itu, literasi
juga melibatkan lebih banyak tindakan dan terhubung dengan pembentukan sikap,
nilai, perasaan, hubungan, struktur kekuasaan, dan aspek konstektual. Dan
literasi adalah dasar dalam pembentukan kepribadian multi-berpendidikan (Vivi Indriyani, 2019:111). Menurut Goverment
of Alberta dalam Erna Labusari (2018:26) menyampaikan literasi bukan hanya
sekedar kemampuan untuk membaca dan menulis, tetapi lebih dari pada itu.
Literasi membuat seseorang untuk berpikir kritis, berkomunikasi lebih baik,
terbuka terhadap perubahan dan dapat memecahkan masalah pada berbagai konteks.
Dengan kata lain, literasi dapat pula meningkatkan karakter pada seseorang (Labusari, 2018:26).
Menurut
Nurmaina Fadlila, guru sasaran gerakan literasi sekolah (GLS) sekolah
Muhammadiyah Jawa Timur, literasi berasal dari Bahasa Latin “literatus”,
yang artinya seseorang yang belajar. Sedangkan literasi sekolah merupakan
kegiatan siswa untuk belajar baik membaca, menulis, menyimak, maupun berbicara.
Berdasarkan
uraian-uraian di atas, dapat diambil kesimpulan bahwa literasi merupakan
kegiatan yang dilakukan oleh seseorang untuk mengetahui tentang sebuah makna, sehingga
dapat menambah pengetahuannya dalam menyelesaikan masalah. Dan literasi mampu
menumbuhkan atau membentuk karakter seseorang menjadi karakter yang lebih baik.
Literasi
tidak mencakup pada literasi membaca dan menulis saja, tetapi juga terdapat
literasi numerasi, literasi sains, literasi finansial, digital, literasi budaya
dan lingkungan dan jenis-jenis literasi lainnya
(Vivi Indriyani, 2019:114). Dan literasi dapat mencakup seluruh bidang
ilmu karena literasi dapat dijadikan sebagai tolok ukur keberhasilan pendidikan
di era modern.
Berdasarkan
hasil studi dari The International Association for the Evaluation of
Education Achievement menunjukkan bahwa siswa SD di Indonesia dalam hal
kemampuan membaca berada pada urtan ke-26 dari 27 negara yang diteliti. Dan
berdasarkan data laporan UNESCO (2003) melalui Program for International
Student Assesment (PISA) menunjukkan bahwa keterampilan membaca anak-anak
Indonesia usia 15 tahun ke atas berada pada urutan ke-39 dari 41 negara yang
diteliti (Ariyati:656-657).
Berdasarkan
hal tersebut di atas, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan mengembangkan
Gerakan Literasi Sekolah (GLS) yang dikembangkan berdasarkan sembilan agenda
prioritas (Nawacita) yang terkait dengan tugas dan fungsi Kemendikbud,
khususnya Nawacita nomor (5) meningkatkan kualitas hidup manusia dan masyarakat
Indonesia, (6) meningkatkan produktifitas rakyat dan daya saing di pasar
internasional sehingga bangsa Indonesia bisa maju dan bangkit bersama
bangsa-bangsa Asia lainnya, (8) melakukan revolusi karakter bangsa, (9)
memperteguh kebinekaan dan memperkuat restorasi sosial Indonesia. Empat butir
Nawacita tersebut berkaitan erat dengan komponen literasi sebagai modal dalam
pembentukan sumber daya manusia yang berkualitas, produktif dan berdaya saing,
berkarakter, serta nasionalis (Dewi Utami
Faizah, 2016:1-2).
Gerakan
Literasi Sekolah (GLS) merupakan suatu program yang bertujuan untuk memperkuat
gerakan penumbuhan budi pekerti, hal ini seperti yang telah dituangkan dalam
Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 23 Tahun 2015, bahwa Gerakan
Literasi Sekolah merupakan kegiatan untuk menumbuhkan minat baca serta
meningkatkan keterampilan membaca siswa agar pengetahuan dapat dikuasai dengan
baik. Materi baca yang berisi nilai-nilai budi pekerti, berupa kearifan lokal,
nasional, dan global mempunyai peran penting
dalam menumbuhkan karakter siswa.
Penataan lingkungan, situasi dan kondiisi
pelaksanaan GLS yang disebut dengan ekosistem literat sekolah dapat diupayakan kearah pengembangan
karakter siswa (Rahayu, 2017:1060-1061). Sehingga dapat disimpulkan bahwa Gerakan
Literasi Sekolah memiliki andil besar dalam kegiatan pembentukan karakter
siswa.
Gerakan
Literasi sekolah adalah salah satu upaya dalam menumbuhkan rasa kecintaan
membaca siswa dan pengalaman belajar yang menyenangkan sekaligus merangsang
imajinasi, serta menjadi salah satu desain induk dalam penumbuhan budi pekerti.
Sehingga Gerakan Literasi sekolah ini perlu melibatkan para pemangku
kepentingan secara terprogram dengan tujuan utama ialah agar siswa menjadi
insan yang berbudaya literasi (Labusari,
2018:29).
Melihat tujuan dan pentingnya program Gerakan Literasi
Sekolah (GLS), sekolah sebagai satuan pendidikan harus mampu mendukung program
tersebut, dengan cara menerapkan budaya membaca untuk menciptakan generasi yang
gemar membaca. Sekolah memiliki peran dalam mengembangkan kemampuan siswa, dan
berbagai kegiatan membaca yang yang disesuaikan dengan kurikulum yang ada di
sekolah (Ernawati, 20l9:14). Namun sebenarnya, gerakan literasi ini tidak hanya
dibebankan kepada satuan pendidikan sebagai lembaga pendidikan formal, tetapi
juga dibebankan kepada lembaga pendidikan nonformal. Dimana pada lembaga
pendidikan nonformal, seseorang bisa lebih leluasa dalam melakukan aktifitas
literasinya serta leluasa dalam menuangkan ide-idenya tanpa terbebani dengan aturan-aturan
yag dibuat oleh sekolah.
Pendidikan
karakter melalui literasi selayaknya memang sudah ditanamkan sejak jenjang
pendidikan dasar dan dilanjutkan pada jenjang berikutnya agar siswa dapat
meningkatkan kemampuannya dalam mengakses informasi dan pengetahuan secara luas, karena literasi mengarahkan pada
kemampuan memahami pesan yang diwujudkan dalam berbagai teks (lisan, tulis, dan
visual) (Labusari, 2018:27).
Gerakan Literasi Sekolah (GLS) dilaksanakan dalam tiga
tahap, yaitu tahap pembiasaan, pengembangan dan
pembelajaran. Ketiga tahap tersebut
dilaksanakan secara berkelanjutan sehingga dapat mencapai tujuan yang
diinginkan, yaitu salah satunya adalah penumbuhan karaker siswa (Rahayu,
2017:1062).
Berdasarkan hasil wawancara dengan Nurmaina Fadlila,
salah satu guru sasaran kegiatan gerakan literasi sekolah dari Program Majelis
Dikdasmen PWM Jawa Timur menyampaikan bahwa implementasi gerakan literasi
sekolah yang dilaksanakan di MI Islamiyah Muhammadiyah Walikukun antara lain :
1.
Membaca big book bersama-sama yang sesuai dengan materi yang akan
diajarkan. Setelah itu guru memberikan pertanyaan kepada siswa mengenai materi
yang terdapat pada big book. Tujuan belajar menggunakan big book ialah untuk
memancing atau memberikan motivasi kepada siswa agar tertarik untuk belajar, serta
menumbuhkan karakter berpikir kritis dan teliti.
2.
Menyimak berita yang terdapat di media massa. Setelah itu siswa memberikan
pendapat sesuai dengan kemampuannya dan membacakannya di depan kelas. Dari
kegiatan tersebut dapat melatih siswa untuk berpikir kritis dan percaya diri
dalam menyampaikan pendapat kepada orang lain.
Kegiatan literasi sekolah ini laksanakan pada 10 menit
pertama sebelum memulai kegiatan pembelajaran. Sehingga diharapkan setelah
mengikuti kegiatan literasi, siswa bersemangat dalam mengikuti kegiatan
pembelajaran di kelas, serta terlatih dalam memberikan pendapat atu memberikan
kesimpulan dari materi yang diajarkan.
Berdasarkan hasil diatas maka dapat diambil kesimpulan
bahwa kegiatan literasi yang dilaksanakan oleh satuan pendidikan memiliki peran
yang sangat penting dalam pembentukan karakter siswa. Sehingga tidak dapat
dipungkiri pula bahwa gerakan literasi memiliki hubungan yang sangat erat
dengan penanaman karakter siswa. Dan dapat diibaratkan sebagai sebuah lingkaran
yang saling menyatu untuk memperoleh hasil yang terbaik.
Referensi
Ariyati, D.
(n.d.). Pendidikan Karakter melalui Pembelajaran Berbasis Literasi. Seminar
Nasional (pp. 655-662). Jember: Universitas Jember.
Dewayani, S. (2017). Menghidupkan Literasi di dalam
Kelas. Bandung: Kanisius.
Dewi Utami Faizah, d. (2016). Panduan Gerakan Literasi
Sekolah di Sekolah Dasar. Jakarta: Direktorat Pembinaan Sekolah dasar
Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah Kementerian Pendidikan dan
Kebudayaan.
Ernawati. (2019). Reading Day (One Book One Person) :
Gerakan Literasi Sekolah sebagai Perwujudan Budaya Baca di Sekolah SUkma
Bangsa Lhokseumawe. Unilib Jurnal Perpustakaan, 13-20.
Labusari, E. (2018). Membangun Karakter Siswa Sekolah Dasar
melalui Gerakan Literasi Sekolah. Seminar Nasional Pendidikan Dasar
(pp. 25-32). Cirebon: Universitas Muhammadiyah Cirebon.
Rahayu, R. A. (2017). Gerakan Literasi Sekolah sebagai
Upaya Penumbuhan Karakter Siswa sekolah Dasar. Transformasi Pendidikan
Abad 21 (pp. 1060-1067). Malang: Universitas Negeri Malang.
Rukmana, S. K. (2019). Pembentukan Kecakapan Hidup (Life
Skill) melalui Program Literasi pada Pembelajaran Al-Qur'an Hadits di MTs
Darul Hikmah Prasung Buduran Sidoarjo. Surabaya: UIN Sunan Ampel
Surabaya.
Vivi Indriyani, d. (2019). Literasi Baca Tulis dan Inovasi
Kurikulum Bahasa. Kembara, 108-118.
Yunus Abidin, d. (2017). Pembelajaran Literasi.
Jakarta: Bumi Aksara.
Minggu, 27 September 2020
Kumpulan Soal PTS Ganjil KKG MI Widodaren
Berikut kami sampaikan kumpulan soal PTS Ganjil
KSM Online 2020 (Juknis, Panduan Pendaftaran, dan Latihan Soal)
Kompetisi Sains Madrasah (KSM) merupakan ajang tahunan yang selalu diselenggarakan oleh Kementerian Agama. Di tengah wabah covid-19 ini, KSM tetap dilaksanakan. Namun, KSM tahun ini tidak seperti KSM pada tahun-tahun sebelumnya. KSM 2020 akan dilaksanakan secara online pada tingkat nasional. Sesuai dengan juknis KSMO 2020, pada tanggal 21-30 September dijadwalkan pelaksanaan KSM satuan pendidikan yang ditetapkan oleh madrasah masing-masing.
Berikut kami sampaikan link download di bawah ini :
Senin, 31 Agustus 2020
Launching Medsos KKG MI Kec. Widodaren - Ngawi
Widodaren
- tepat di penghujung Bulan Kemerdekaan Bangsa Indonesia Senin (31/08/2020)
bertempat di Aula MI Muhammadiyah Kedunggudel, Kelompok Kerja Guru Madrasah Ibtidaiyah
(KKG MI) Kecamatan Widodaren selenggarakan Launching Media Sosial yang meliputi Channel Youtube dan Website
KKG MI Kec. Widodaren dengan alamat link
kkgmikeren.blogspot.com
Kegiatan
yang bebarengan dengan acara silaturrahmi dan koordinasi guru kelas tersebut di
hadiri oleh Bapak Pengawas Madrasah, Ketua Kelompok Kerja Kepala Madrasah
(KKKM), Pengurus Kelompok Kerja Guru (KKG) serta perwakilan guru dari masing-masing
MI se Kecamatan Widodaren dengan tetap mematuhi protocol kesehatan.
Pada
sambutannya Bapak Muh. Syaifudin, M.Ag mengatakan “saya selaku pengawas
madrasah kec. Widodaren merasa bangga dan bersyukur atas ide dan kreatifitas
guru-guru muda MI di kec. Widodaren yang mewadahi madrasah dengan website dan
Channel Youtube, semoga kehadiran web dan channel youtube tersebut mampu
sebagai jembatan yang menghubungkan antara kepala madrasah dengan guru, guru
dengan guru, guru dengan siswa, serta guru dengan orang tua siswa dalam rangka
meningkatkan mutu pendidikan di MI se-kecamatan Widodaren. Sehingga, MI di kec.
Widodaren ini akan menjadi madrasah yang hebat dan madrasah yang bermartabat”. mengakhiri
sambutannya bapak pengawas yang akrab dengan panggilan pak udin mengingatkan
seluruh keluarga besar MI di kec. Widodaren baik guru, siswa maupun orang tua
siswa untuk sering mengunjungi web maupun channel youtube dan jangan lupa untuk
like, share dan subscribe.
Selanjutnya
Bapak Aris Basuki, S.Pd.I Selaku Ketua KKKMI kec. Widodaren menambahkan “semoga
dengan diselenggarakan launching website maupun channel youtube ini, program
kegiatan MI se-kec. Widodaren ini akan lebih mudah di kenal oleh lapisan masyarakat
khususnya calon wali murid yang ingin mendaftarkan
anaknya ke lembaga MI di kec. Widodaren. Harapan saya MI di kec. Widodaren
semakin eksis dan menjadi pilihan masyarakat.
“mudah-mudahan
dengan di launchingnya website dan channel Youtube ini, kedepannya KKG MI kec.
Widodaren semakin maju. Baik dari program kerjanya maupun koordinasi antar
anggota KKG. Tidak hanya sampai disini, yang terpenting setelah memiliki
website maupun channel youtube adalah memaksimalkan keaktifan dalam
pengelolaanya, baik update tentang kegiatan madrasah, maupun informasi tentang
pendidikan. Karena biasanya untuk memulai itu mudah, tetapi untuk istiqomah itu
yang susah”. Imbuh Bapak Sigit Nugroho Widiyantoro, M.Pd.I selaku Ketua KKG MI
Kec. Widodaren.
Harapan
kami selaku tim pengelola media social KKG Kec. Widodaren, kita perlu peran
aktif dari semua elemen baik itu dari siswa, guru, kepala madrasah, maupun
pengawas madrasah. untuk ikut andil dalam keberlangsungan pengelolaan website
maupun youtube MI kec. Widodaren. Sehingga, medsos ini akan terus konsisten dan
memberikan manfaat bagi banyak orang. (Mg)
Jumat, 28 Agustus 2020
PENDIDIKAN DI MASA PANDEMI
PENDIDIKAN DI MASA PANDEMI
Darmanto
MI Islamiyah Muhammadiyah Walikukun
Pandemi merupakan musibah
yang sangat memilukan, karena musibah ini seluruh segmen kehidupan manusia
terganggu, dan bahkan hampir berhenti. Sehingga banyak negara di dunia yang
memutuskan untuk menghentikan sementara aktifitas warga agar dapat memutus
rantai penyebaran virus tersebut.
Berdasarkan update perkembangan
Covid-19 dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia pertanggal 28 Agustus
2020 pukul 12.00, jumlah kasus yang terkonfirmasi positif sebanyak 165.887
kasus, sembuh sebanyak 120.900 kasus, dan meninggal sebanyak 7.169 kasus
(kemkes.go.id).
Dari kasus di atas maka
tidak heran jika pemerintah memberikan batasan aktifitas masyarakat terutama
aktifitas pendidikan. Hal ini dikarenakan agar tidak muncul kasus baru dari
dunia pendidikan. Sehingga para penggiat pendidikan khususnya lembaga
pendidikan format dituntut mampu melaksanakan proses pendidikan dengan tidak
mengumpulkan banyak orang.
Dalam masa pandemi ini,
terdapat dua dampak yang terjadi terhadap keberlangsungan pendidikan di
Indonesia. Pertama dampak jangka pendek, yang dirasakan oleh banyak keluarga
Indonesia karena masih banyak yang belum familiar dengan sekolah di rumah,
problem psikologis siswa yang terbiasa bertatap muka dengan guru dalam proses
pembelajaran, serta infrastruktur yang belum memadai untuk melakukan
pembelajaran jarak jauh. Kedua adalah dampak jangka panjang. Dampak pendidikan
dari sisi jangka panjang adalah aspek keadilan dan peningkatan ketidaksetaraan
antar kelompok masyarakat dan antardaerah di Indonesia (Aji, 2020:396).
Dalam surat edaran
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 4 Tahun 2020 tanggal
24 Maret 2020 tentang Pelaksanaan Kebijakan Pendidikan dalam Masa Darurat
Penyebaran Covid, dalam surat tersebut menjelaskan bahwa proses belajar
mengajar dilaksanakan di rumah melalui pembelajaran daring atau jarak jauh.
Pada pembelajaran ini lebih difokuskan pada pendidikan kecakapan hidup antara
lain mengenai pandemi covid-19. Dengan pembelajaran daring sebenarnya siswa
memiliki keleluasaan waktu dalam belajar, siswa dapat belajar kapanpun dan
dimanapun. Dalam sistem pembelajaran ini dapat digunakan beberapa aplikasi
seperti classroom, zoom, youtube maupun whatsapp group, dan sistem pembelajaran
menjadi salah satu inovasi pendidikan dalam menjawab tantangan akan
ketersediaan sumber belajar yang variatif (Dewi,
2020:56).
Dalam kondisi seperti
ini, pendidikan keluarga menjadi strategi jitu dalam memberikan hak anak berupa
pendidikan. Karena keluarga menduduki tempat terpenting diantara
lembaga-lembaga pendidikan yang ada, selain itu lembaga pendidikan apapun tidak
akan mampu menggantikan posisi keluarga dalam pendidikan anak meskipun
teknologi dan tatanan masyarakat yang berkembang pesat.
Imam Al Ghazali dalam
buku Mendidik SQ Anak menurut Nabi Muhammad SAW mengatakan, “Anak merupakan
titipan atau amanah untuk kedua orang tuanya. Hati anak suci dan bersih dari segala bentuk
ukiran dan gambar. Ia siap menerima setiap yang digoreskan dan cenderung kepada
arahan orang tuanya.” (Kurniasih, 2010:77)
Dari pernyataan di atas
dapat diambil kesimpulan bahwa keluarga merupakan unsur terpenting dalam
pendidikan anak. Karena dalam keluargalah seorang anak tumbuh dan berkembang
membentuk pribadinya masing-masing. Sehingga pada masa pandemi seperti ini,
dapat dijadikan sebagai momen atau peristiwa dimana orang tua atau keluarga
memberikan pendampingan secara langsung kepada anak dalam kegiatan pembelajaran
yang sebelumnya diserahkan sepenuhnya kepada sekolah. Dan setiap peristiwa akan
selalu terdapat dihikmah yang mengikutinya.
Pendidikan informal
bersama keluarga harus dapat menghadirkan momentum menikmati hangatnya keluarga
melalui aktifitas bersama, dan dalam proses pendampingan belajar orang dapat
belajar melalui pencarian di google maupun youtube agar dapat menciptakan
suasana belajar yang nyaman dan bahagia (Renti
Oktaria, 2020:48).
Namun pada kenyataannya,
banyak orang tua yang mengeluhkan pembelajaran jarak jauh, banyak orang tua
kurang mampu mendampingi anaknya dalam belajar, dengan alasan keterbatasan
pengetahuan dan waktu. Karena dalam proses pembelajaran jarak jauh, orang tua
dituntut untuk dapat memahami psikologi anak saat belajar dan memahami gaya
belajar anak, agar anak dapat belajar dengan nyaman. Sehingga tidak sedikit
terjadi perselisihan antara anak dengan orang tua.
Berdasarkan hasil
wawancara dengan beberapa wali murid MI Islamiyah Muhammadiyah Walikukun yang
dilakukan tanggal 10 Agustus 2020 melalui whatsapp group diperoleh hasil bahwa orang
tua merasa kurang siap dalam mendampingi anak belajar selama daring, karena
dalam proses pembelajaran daring anak kurang maksimal dalam belajar selain itu,
kebanyakan anak lebih patuh kepada gurunya, dan orang tua mengharapkan segera
ada jalan keluar supaya pembelajaran jarak jauh tidak berlangsung lama.
Sebenarnya jika dikaji
lebih mendalam mengenai pembelajaran jarak jauh, terdapat dampak positif dan
dampak negatif dari proses tersebut. Dampak positif dari pembelajaran jarak
jauh antara lain anak memiliki waktu lebih banyak bersama orang tua dalam
belajar, dan orang tua menjadi lebih
memahami mengenai gaya belajar anak, dan lebih mengetahui materi yang
dipelajari anak. Sedangkan dampak negatif dari pembelajaran jarak jauh adalah anak
merasa jenuh karena tidak bisa bertemu dengan teman-teman sekolahnya,
kehilangan jiwa sosialnya, sedangkan bagi orang tua adalah penambahan kuota
internet untuk pembelajaran serta berkurangnya waktu untuk bekerja karena harus
mendampingi anak belajar (Agus Purwanto, 2020:6).
Pendidikan pada masa
pandemi menuntut pendidik untuk belajar menggunakan teknologi dalam proses
pembelajaran. Banyak sekali aplikasi pembelajaran onlne yang ditawarkan untuk
digunakan, sehingga pada saat ini penguasaan teknologi bagi pendidik bersifat
wajib agar dapat menciptakan proses pembelajaran yang menyenangkan meskipun
pembelajaran jarak jauh.
Menurut Hadi Kurniawan,
Dosen Prodi Farmasi Fakultas Kedokteran Universitas Tanjungpura, teknologi
diciptakan untuk melengkapi dan membantu manusia dalam mengerjakan tugas dan
tanggung jawabnya. Namun teknologi tidak dapat mengantikan peran pendidik dalam
proses pembelajaran dan pendidikan (https://www.untan.ac.id/peran-pendidik-transformasi-adaptasi-dan-metamorfosis-dunia-pendidikan-di-masa-pandemi-covid-19/).
Kesimpulan dari
uraian-uraian diatas adalah pendidikan pada masa pandemi ini dapat dijadikan
sebagai bahan pembelajaran bagi setiap orang khususnya yang bergerak dalam
bidang pendidikan, bahwa proses pembelajaran tidak dapat dihentikan. Meskipun
masih banyak terdapat kekurangan dalam pelaksanaannya, namun dibalik kekurangan
tersebut terdapat kelebihan yang bisa dijadikan sebagai pengetahuan baru bagi
pelaku pendidikan. Pendidikan di masa pandemi secara tidak langsung dapat
menumbuhkan kreatifitas seluruh pelaku pendidikan dalam melaksanakan
pembelajaran.
Referensi
Agus Purwanto, d. (2020).
Studi Eksploratif dalam Pandemi Covid-19 terhadap Proses Pembelajaran Online
di Sekolah Dasar. Edupsicouns Journal, 1-12.
Aji, R. H. (2020). Dampak
Covid-19 pada Pendidikan di Indonesia: Sekolah, Keterampilan, dan Proses
Pembelajaran. Salam, 395-402.
Dewi, W. A. (2020). Dampak
Covid-19 terhadap Implementasi Pembelajaran Daring di Sekolah Dasar. Edukatif,
55-61.
Kurniasih, I. (2010). Mendidik
SQ Anak menurut Nabi Muhammad SAW. Yogyakarta: Pustaka Marwa.
Renti Oktaria, P. P. (2020).
Pendidikan Anak dalam Keluarga sebagai Strategi Pendidikan Anak Usia Dini
saat Pandemi Covid-19. Jurnal Iliah Pesona Paud, 41-51.
www.kemkes.go.id
Kamis, 27 Agustus 2020
Rapat Koordinasi Tim Medsos
Dokumentasi Rapat Koordinasi Pembentukan tim Pengelola Medsos (Youtube dan Blog) KKG MI Kecamatan Widodaren di Steak Sorpring Ngrambe
RPP Tematik 1 Lembar Semester Ganjil
Bapak/ Ibu berikut ini kami sampaikan RPP Inspiratif (RPP 1 Lembar) silahkan download link di bawah ini :
- RPP Inspiratif (RPP 1 Lembar) Per Pembelajaran Kelas 1 Tematik
- RPP Inspiratif (RPP 1 Lembar) Per Pembelajaran Kelas 2 Tematik
- RPP Inspiratif (RPP 1 Lembar) Per Pembelajaran Kelas 3 Tematik
- RPP Inspiratif (RPP 1 Lembar) Per Pembelajaran Kelas 4 Tematik
- RPP Inspiratif (RPP 1 Lembar) Per Pembelajaran Kelas 5 Tematik
- RPP Inspiratif (RPP 1 Lembar) Per Pembelajaran Kelas 6 Tematik
(Sumber : erlangga.co.id)
Rabu, 26 Agustus 2020
Susunan Pengurus KKKM
SUSUNAN
PENGURUS KKKMI
KECAMATAN
WIDODAREN KABUPATEN NGAWI
PENASEHAT : Drs. H. ZAINAL ARIFIN, M.Pd.I
(Kepala Kantor Kemenag Kab. Ngawi)
PENANGGUNGJAWAB :
YASMANI, M.Pd.I
(Kasi Pendidikan Madrasah Kemenag Kab.
Ngawi)
PEMBINA :
MUH. SYAIFUDIN, M.Ag
(Pengawas Madrasah Kec. Widodaren)
KETUA I : ARIS
BASUKI, S.Pd.I
(Kepala MI Muhammadiyah Kedunggudel)
KETUA II :
Drs. IBNU KHOLIQ
(Kepala MI Mambaul Huda Kedunggudel)
SEKRETARIS :
ROKHMATUL MAGHFURI, S.Pd.I
(Kepala MI Birul Walidain Banyubiru)
BENDAHARA :
BIBIT SURYANI, S.Pd.I
(Kepala MI Al Ma’arif Sidolaju)
KOORDINATOR BIDANG :
A.
BIDANG KURIKULUM DAN
AKADEMIK :
1.
AL MANSYUR, S.Ag
(Kepala MI Muhammadiyah sekaralas)
2.
HARIYANTO, S.Ag
(Kepala MI Ma’hadul Muta’allimin Katerban)
B.
BIDANG OLAH RAGA, BINA
PRESTASI DAN KEPRAMUKAAN :
1.
ABDUL MALIK, S.Ag
(Kepala MI Islamiyah Muhammadiyah Walikukun)
2.
DESSY WAHYU
MELIYANA, S.Pd
(Kepala MI Ash Sholikhin Tanjungrejo)
C.
BIDANG PENGOLAHAN DATA :
1.
Drs. ABDUL AZIZ
ZARKASI
(Kepala MI Muhammadiyah Kayutrejo)
2.
SAYIDATI AMINAH, S.Pd.I
(Kepala MI Al Falah Sekarputih)
D.
BIDANG KEROHANIAN :
1.
Dra. MARATUS
SHOLIKAH, M.Pd.I
(Kepala MI Muhammadiyah Tempurrejo)
2.
Drs. LAMIKUN
(Kepala MI Ar Rahman Widodaren)
E.
BIDANG HUMAS DAN
KERJASAMA :
1.
TUMADI, S.Pd.I
(Kepala MI PSM An Nur Gebang)
2.
ROKHMATUL MAGHFURI,
S.Pd.I
(Kepala MI Birul
Walidain Banyubiru)
Susunan Pengurus KKG
SUSUNAN
PENGURUS KKGMI
KECAMATAN
WIDODAREN KABUPATEN NGAWI
PERIODE
2020 s/d 2023
1. PENGURUS
HARIAN
a.
KETUA I : SIGIT NUGROHO
WIDYANTORO, M.Pd.I
(MI Islamiyah Muhammadiyah Walikukun)
b.
KETUA II : SURADIARTA, S.Pd
(MI Al Ma’arif Sidolaju)
c.
SEKRETARIS I : SUSANTO, M.Pd.I
(MI PSM An Nur Gebang)
d.
SEKRETARIS II : RUSDATUN NASHIROH, S.Pd.I
(MI Muhammadiyah Kedunggudel)
e.
BENDAHARA I : SITI ROMLAH, S.Pd.I
(MI PSM An Nur Gebang)
f.
BENDAHARA II : ROSITA TRI ANGGRAINI, S.Pd.I
(MI Ash Sholikhin Tanjungrejo)
2. KOORDINATOR
BIDANG
a. PERENCANAAN DAN PELAKSANAAN PROGRAM :
ASRIF NURHADIATIN, S.Pd.I (MI Muhammadiyah Sekaralas)
b. PENGEMBANG ORGANISASI SARANA DAN PRASARANA :
HUSAIN KOERNIAWAN, S.Pd.I (MI Muhammadiyah Tempurrejo)
c. HUMAS DAN KERJASAMA :
NUR MUHLISIN, S.Pd.I (MI Muhammadiyah Kayutrejo)
3. PEMANDU GURU
KELAS
a.
KELAS I : USWATUN MAISYAROH, S.IP
(MI Ma’hadul Muta’allimin
Katerban)
b.
KELAS II : TITIK WAHDATUL HANIFAH, S.Pd.I
(MI Muhammadiyah Tempurrejo)
c.
KELAS III : PUJI ASTUTI, M.Pd.I
(MI Muhammadiyah Sekaralas)
d.
KELAS IV : MUYASAROH, S.Ag
(MI Muhammadiyah Kedunggudel)
e.
KELAS V : SRI HIDAYATI, S.Ag
(MI Mambaul Huda Kedunggudel)
f.
KELAS VI : ASRITA WAHYUNINGTYAS, S.Pd
(MI Al Ma’arif Sidolaju)
4. PEMANDU MATA
PELAJARAN
a.
PEMANDU MAPEL UMUM :
KHOIRUL WAKHIDAH, S.Pd
(MI Muhammadiyah Kayutrejo)
b.
PEMANDU MAPEL AGAMA ISLAM : SITI AMINAH, S.Pd.I
(MI Ar Rahman Widodaren)
c.
PEMANDU MAPEL MATEMATIKA : KHOIRU ANDRIANA, S.Pd
(MI Al Falah Sekarputih)
d.
PEMANDU MAPEL PJOK : ANDRIAN KURNIA
SAPUTRA, S.Pd.I
(MI Birul Walidain Banyubiru)
e.
PEMANDU MAPEL BAHASA ARAB : AMAT SOLIKODIN, S.Pd.I
(MI Islamiyah Muhammadiyah Walikukun)
f.
PEMANDU MAPEL BAHASA JAWA : AFRI FATKHUL KARIMAH, S.Pd.I
(MI Muhammadiyah Kedunggudel)
g.
PEMANDU MAPEL BHS. INGGRIS : SITI SHOFIYATUN,
S.Pd
(MI Islamiyah Muhammadiyah
Walikukun)
h.
PEMANDU MAPEL SBDP : HARI CAHYO PURNOMO,
S.Pd.I
(MI Ma’hadul Muta’allimin
Katerban)
Kalender Pendidikan Provinsi Jawa Timur Tahun Pelajaran 2020/2021
Kalender Pendidikan Madrasah Provisnsi Jawa Timur Tahun Pelajaran 2020-2021 di sampaikan melalui Surat edaran Kantor Wilayah Kementerian Agama Jawa Timur Nomor B-2481/Kw.13.2.1/PP.00/5/2020 yang mengacu pada Surat Dirjen PendisKemenag Nomor 2491 Tahun 2020 tetang Kalender Pendidikan Madrasah Tahun Pelajaran 2020/2021
Kalender Pendidikan Madrasah Kanwil Jatim Tahun 2020/2021 di gunakan sebagai acuan dalam penyelenggaraan pendidikan pada Raydhatul Athfal (RA), Madrasah Ibtidaiyah (MI), Madrasah Tsanawiyah (MTs), maupun Madrasah Aliyah (MA) di seluruh wilayah Jawa Timur.
berikut kami sampaikan Kalender Pendidikan Madrasah Provinsi Jawa Timur Tahun Pelajaran 2020/2021 silahkan klik di sini
Profil MI Al Falah Sekarputih
A. PROFIL MADRASAH
a.
Sejarah
Awal
mula berdirinya MI Al Falah Sekarputih tidak ubahnya seperti lembaga-lembaga
pendidikan yang diselenggarakan masyarakat pada umumnya. Meski bukan lembaga
pendidikan yang dananya selalu disubsidi oleh pemerintah, lambat laun sekolah
ini menjadi pilihan favorit masyarakat di Sekarputih.
MI Al
Falah Sekarputih berdiri pada tahun 1991 yang pada waktu itu
diprakarsai oleh Bapak H. Abdullah Makruf, Bapak H. Nur Subakir, Bapak Sukadi,
dan Bapak Abdul Fatah. Para tokoh tersebut prihatin atas belum adanya sekolah
bercirikan agama Islam di desa Sekarputih. Kemudian dengan langkah yang berani
dan dibantu dengan dukungan dari masyarakat sekitar berdirilah Madrasah
Ibtidaiyah Al Falah Sekarputih, sebagai satu-satunya sekolah pada tingkat
pendidikan dasar yang bercirikan agama Islam di Desa Sekarputih.
Pada
awal berdiri MI Al Falah Sekarputih jumlah peserta didik tiap rombel tak lebih
dari 15 siswa. Akan tetapi dengan berjalannya waktu, lambat laun peningkatan
jumlah peserta didik terjadi. Dengan meningkatnya animo masyarakat dengan
sekolah keagaaman, saat ini jumlah siswa di MI Al Falah Sekarputih adalah 166
siswa dengan 7 rombel.
b.
Letak Geografis
MI Al Falah Sekarputih merupakan Lembaga di bawah
naungan Kementerian Agama yang
beralamatkan di dusun Kebonagung RT: 03 RW: 05,
Desa Sekarputih, Kecamatan Widodaren, Kabupaten Ngawi. Adapun lokasi MI Al Falah Sekarputih terletak pada
geografis yang sangat cocok untuk proses belajar
mengajar yang terletak di tengah pemukiman penduduk. MI ini dibangun dengan pertimbangan tata letak bangunan yang
memberikan kenyamanan untuk belajar. Hal ini dapat di lihat dari tata letak
ruang belajar yang agak jauh dari jalan raya sehingga kebisingan dari kendaraan
bermotor dan kendaraan umum yang melintasi jalan raya dapat diminimalisasi dan siswa tetap belajar dengan nyaman.
Adapun batas – batas dari lokasi
MI Al Falah Sekarputih adalah sebelah utara berbatasan dengan rumah Bapak Nur Subakir, sebelah barat berbatasan dengan pemakaman umum
sebelah selatan berbatasan dengan masjid Baiturrahim, sebelah
timur berbatasan dengan Rumah Bapak Yono.
c.
Identitas MI AL FALAH SEKARPUTIH
1. Nama Lembaga : MI Al Falah Sekarputih
2. Alamat / desa : Kebonagung RT: 03 RW: 05 / Sekarputih
Kecamatan :
Widodaren
Kabupaten :
Ngawi
Propinsi :
Jawa Timur
Kode Pos :
63256
No.Telepon : -
3. Nama Yayasan : Yayasan Pesantren
Syekh Maulana - Ngawi
4. Status Sekolah : Swasta
5. Status Lembaga MI :
6. No SK Kelembagaan : -
7. NSM :
111235210078
8. NIS / NPSN : 60717940
9. Tahun didirikan/beroperasi : 1991
10. Status Tanah : Milik Sendiri
11. Luas Tanah : 3450 m2
12. Nama Kepala Sekolah : Sayidati Aminah, S.Pd.I
13. No.SK Kepala Sekolah : 07/YPSMN/08.1/VII/14
14. Masa Kerja Kepala Sekolah : 29 Tahun
15. Status akreditasi : Terakreditasi B
16.
No dan SK akreditasi
:
1.
Sarana Dan Prasarana
Ketersediaan sarana dan
prasarana merupakan salah satu komponen penting yang harus terpenuhi dalam
menunjang pencapaian tujuan pendidikan. Sarana pembelajaran yang terdapat MI Al
Falah Sekarputih cukup memadai. Di antaranya, Madrasah menyediakan LCD dan
layar proyektor sebagai media pembelajaran yang dipasang di beberapa kelas. Di
perpustakan tersedia al-Qur’an, dan buku-buku pelajaran dan non pelajaran untuk
peserta didik.. Berikut ini adalah prasarana yang terdapat di MI Al Falah
Sekarputih: bias dilihat pada table berikut:
Tabel 2.1 : Daftar
Sarana dan Prasarana
a.
|
No |
Prasarana |
Jumlah |
Kondisi |
|
1. |
Kantor guru |
1 |
Baik |
|
2. |
Ruang kepala
sekolah |
1 |
Baik |
|
3. |
Ruang tata
usaha |
1 |
Baik |
|
4. |
Ruang kelas |
7 |
Baik |
|
5. |
Aula |
- |
|
|
6. |
Masjid |
1 |
Baik |
|
7. |
Perpustakaan |
1 |
Baik |
|
8. |
Laboratorium
computer |
- |
|
|
9. |
Toilet Guru |
1 |
Baik |
|
10 |
Toilet Siswa |
1 |
Baik |
|
11. |
Kantin |
- |
|
|
12 |
Gudang |
1 |
Baik |
|
13 |
Empat Parkir |
1 |
Baik |
|
13 |
Lapangan Upacara |
1 |
Baik |
|
14 |
Lapangan olahraga |
1 |
Baik |
|
15 |
Tempat cuci tangan |
3 |
Baik |
2.
Data pendidik dan Tenaga Kependidikan
Kegiatan
belajar mengajar di MI Al Falah Sekarputih di selenggarakan pada waktu pagi
hari, di mulai pada pukul 07.00 – 12.30 WIB, menyadari sangat pentingnya tenaga
kependidikan dan keberhasilan proses belajar mengajar, lembaga pendidikan ini
benar – benar memperhatikan mutu guru. Hal ini dibuktikan dengan tenaga
pengajar yang mengajar di lembaga ini yaitu hampir semua guru berlatar belakang
pendidikan. Jumlah tenaga seluruhnya ada 7 orang guru dan 1 orang Tenaga
Kependidikan.
Adapun
Daftar Nama Guru MI Al Falah Sekarputih tahun 2020/2021 adalah sebagai
berikut:
|
Nama |
Pendidikan Terakhir |
Jabatan |
Status Kepegawaian |
Sertifikasi |
|
|
Ada |
Tidak |
||||
|
|
|
|
|
|
|
|
Siti Marfuah, S.Ag |
S1 |
Guru Kelas |
PNS |
Ada |
|
|
Tomi Ata Fauzi, S.E |
S1 |
Guru
Kelas |
PNS |
Ada |
|
|
Khoiru Andriana. S.Pd |
S1 |
Guru
Kelas |
Non-PNS |
Ada |
|
|
Nur Kholis, S.Pd |
S1 |
Guru
Kelas |
Non-PNS |
|
Tidak |
|
Isti Cahyani, S.Pd.I |
S1 |
Guru
Kelas |
Non-PNS |
|
Tidak |
|
Novita Dwi Astuti, S.Pd |
S1 |
Guru
Kelas |
Non-PNS |
|
Tidak |
|
Tutik Murniati, S.Pd |
S1 |
Guru
Kelas |
Non-PNS |
|
Tidak |
|
Syaivur Rohman |
SMA |
Tendik |
Non- PNS |
|
Tidak |
|
|
|
|
|
|
|
3.
Peserta Didik
Di
MI Al Falah Sekarputih pada tahun pelajaran 2020/2021, jumlah siswa secara
keseluruhan adalah 166 siswa, yang terdiri dari 89 laki-laki dan 77 perempuan.
Tabel 2.3 : Sebaran Jumlah Siswa
|
Kelas |
Laki-laki |
Perempuan |
Jumlah |
|
I |
8 |
9 |
17 |
|
II A |
12 |
10 |
22 |
|
II B |
13 |
8 |
21 |
|
III |
12 |
12 |
24 |
|
IV |
9 |
24 |
33 |
|
V |
16 |
7 |
23 |
|
VI |
19 |
7 |
26 |
|
Jumlah |
89 |
77 |
166 |























